MAKALAH
BIOKIMIA DASAR
TENTANG
PROTEIN
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
|
NAMA
|
NIM
|
|
NUR
ANNISA ISTIQAMAH
|
31412A0028
|
|
MARIANA
|
31412A0026
|
|
AWAL
SYAHPUTRA
|
31412A000
|
|
ANDI
RAHMAT
|
31412A000
|
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MATARAM
MATARAM
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Protein adalah makromolekul yang paling banyak ditemukan di dalam sel
makhluk hidup dan merupakan 50 persen atau lebih dari berat kering sel. Protein
memiliki jumlah yang sangat bervariasi yang mulai dari struktur maupun
fungsinya. Peranan protein diantaranya sebagai katalisator, pendukung,
cadangan, sistem imun, alat gerak, sistem transpor, dan respon kimiawi.
Protein-protein tersebut merupakan hasil ekspresi dari informasi genetik
masing-masing suatu organisme tak terkecuali pada bakteri (Campbell et
al., 2009; Lehninger et al., 2004). Protein dan gen memiliki
hubungan yang sangat dekat dimana kode genetik berupa DNA dienkripsi dalam
bentuk kromosom yang selanjutnya kode genetik tersebut ditranslasikan menjadi
protein melalui serangkain mekanisme yang melibatkan RNA dan ribosom (Vo-Dinh,
2005).
Asam
amino merupakan unit pembangun Protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida
pada setiap ujungnya. Protein tersusun dari atom C, H, O, dan N, serta
kadang-kadang P dan S. Dari keseluruhan Asam amino yang terdapat di alam hanya
20 Asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein. Tidak semua Asam amino
terdapat di dalam molekul Protein, karena memiliki tugas lain.
1.2. Tujuan
Penyusunan
Adapun tujuan yang ingin dicapai
dari penyusunan makalah ini antara lain sebagai berikut :
1.
Untuk menjelaskan pengertian, sejarah penemuan, struktur molekul, sifat,
fungsi, sumber, dan klasifikasi dari Protein
2.
Untuk menjelaskan bagaimana proses metabolisme Protein dan Asam amino di dalam
tubuh.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Kajian
tentang Protein
2.1.1. Pengertian Protein
Protein
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer
dari monomer-monomer Asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
peptida. Kebanyakan Protein merupakan enzim atau subunit enzim.
2.1.2. Sejarah Penemuan Protein
Protein
ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Namun yang memperkenalkan
istilah protein adalah Mulder, pada tahun 1830. Protein berasal dari bahasa
Yunani yaitu Protos yang berarti “yang paling utama”.
2.1.3. Struktur Molekul Protein
Molekul
Protein mengandung karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N) dan
kadang kala sulfur (S) serta fosfor (P).
2.1.4. Ciri – Ciri Protein
Protein
diperkenalkan sebagai molekul makro pemberi keterangan, karena urutan asam
amino dari protein tertentu mencerminkan keterangan genetik yang terkandung
dalam urutan basa dari bagian yang bersangkutan dalam DNA yang mengarahkan
biosintesis protein.
Tiap
jenis protein ditandai ciri-cirinya oleh:
1.
Susunan
kimia yang khas
Setiap protein individual merupakan senyawa murni.
Setiap protein individual merupakan senyawa murni.
2.
Bobot
molekular yang khas
Semua molekul dalam suatu contoh
tertentu dari protein murni mempunyai bobot molekular yang sama. Karena
molekulnya yang besar maka protein mudah sekali mengalami perubahan fisik
ataupun aktivitas biologisnya.
3.
Urutan
asam amino yang khas
Urutan
asam amino dari protein tertentu adalah terinci secara genetik. Akan tetapi,
perubahan-perubahan kecil dalam urutan asam amino dari protein tertentu (Page,
D.S. 1997)
2.1.5. Sifat – Sifat Protein
Protein mempunyai sifat-sifat yaitu
:
1.
Ionisasi
Yaitu
apabila protein larut di dalam air akan membentuk ion positif dan ion negatif.
2.
Denaturasi
Yaitu
perubahan konformasi serta posisi protein sehingga aktivitasnya berkurang atau
kemampuannya menunjang aktivitas organ tertentu dalam tubuh hilang sehingga
tubuh mengalami keracunan.
3.
Viskositas
Yaitu
tahanan yang timbul oleh adanya gesekan antara molekul di dalam zat cair yang
mengalir.
4.
Kristalisasi
Yaitu
proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan garam ammonium sulfat atau
NaCl pada larutan dengan pengaturan PH pada titik isoelektriknya.
5.
Sistem koloid
Yaitu
sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu partikel kecil yang
terdispersi dari medium pendispersi atau pelarutnya.
Sifat- sifat suatu protein
ditentukan oleh :
1.
Macam asam amino yang terdapat
dalam molekul protein.
2.
Jumlah tiap macam asam amino itu.
3.
Susunan asam amino dalam tiap
molekul protein (Sediaoetama, 1991).
2.1.6. Fungsi dan Manfaat Protein
Menurut
Aminah (2005) yang mengutip dari Marsetyo dan Kartasapoetra fungsi protein di
dalam tubuh yaitu :
A.
Protein sebagai Zat Pembangun
Maksud zat
pembangun di sini adalah bahwa protein itu merupakan bahan pembentuk berbagai
jaringan tubuh baru, dimana proses pembentukan jaringan baru selalu terjadi di
dalam tubuh, antara lain:
1.
Pada masa pertumbuhan
Proses
ini terjadi mulai dari lahir sampai menjadi dewasa muda. Dalam masa ini proses
pembentukan jaringan terjadi secara besar- besaran.
2.
Dalam masa hamil
Di
dalam tubuh wanita yang sedang hamil terjadi pembentukan jaringan–jaringan baru
dari janin yang sedang dikandungnya. Pembentukan jaringan baru pada waktu hamil
terjadi lebih cepat di pertengahan kehamilan.
3.
Penggantian jaringan–jaringan yang
rusak dan dirombak
Pada
waktu orang sakit keras atau pada berbagai penyakit menahun terlihat orang
menjadi kurus disebabkan banyak jaringannya yang rusak.
4.
Waktu latihan–latihan dan olah raga
terjadi pula pembentukan jaringan baru, terutama jaringan otot.
B.
Protein sebagai Zat Pengatur
Protein termasuk pula kedalam golongan zat pengatur, karena
protein ikut pula mengatur berbagai proses tubuh, baik secara langsung maupun
tidak langsung sebagai bahan pembentuk zat–zat yang mengatur berbagai proses
tubuh.
C.
Protein sebagai Pemberi Tenaga
Para peneliti telah menemukan bahwa komposisi protein mengandung
unsur karbon, dengan demikian maka jelas protein dapat berfungsi sebagai sumber
energi pula. Dalam keadaan tersedianya karbohidrat tidak mencukupi, maka untuk
menyediakan energi sejumlah karbon yang terkandung dalam protein akan
dimanfaatkan seperlunya sehingga berlangsung pembakaran dan sejumlah protein
lainnya digunakan memenuhi fungsi yang sebenarnya yaitu untuk pembentukan
jaringan.
2.1.7. Jenis – Jenis Protein
1.
Dismutase superoxide, protein yang
membersihkan darah kita.
2.
Ovulbumin, protein simpanan yang memelihara
badan.
3.
Hemoglobin, protein yang berfungsi
sebagai pembawa oksigen.
4.
Toksin, protein racun yang
digunakan untuk membunuh kuman.
5.
Insulin, protein hormon yang
mengawal aras glukosa dalam darah.
6.
Tripsin, protein yang mencernakan
makanan protein.
2.1.8. Sumber Protein
Pengelompokan Protein dapat
dibedakan menurut sumbernya yaitu :
1.
Protein Hewani
Yaitu
sumber protein yang berasal dari hewan.
Contohnya
: Daging, ikan, ayam, udang, susu dll.
2.
Protein Nabati
Yaitu
sumber protein yang berasal dari tumbuhan.
Contohnya
: suku polong – polongan, kentang, tempe, tahu, dll.
2.1.9. Klasifikasi Protein
Penggolongan
protein dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1.
Berdasarkan Struktur Molekulnya
Protein yang tersusun dari rantai asam amino akan memiliki
berbagai macam struktur khas pada masing-masing protein. Karena protein disusun
oleh asam amino yang berbeda secara kimiawinya, maka suatu protein akan
terangkai melalui ikatan peptida dan bahkan terkadang dihubungkan oleh ikatan
sulfida. Selanjutnya protein bisa mengalami pelipatan-pelipatan membentuk
struktur yang bermacam-macam. Adapun struktur protein meliputi struktur primer,
struktur sekunder, struktur tersier, dan struktur kuartener :
2.
Berdasarkan Bentuk dan Sifat Fisik
A. Protein globular
A. Protein globular
Terdiri
dari polipeptida yang bergabung satu sama lain (berlipat rapat) membentuk bulat
padat. Misalnya enzim, albumin, globulin, protamin. Protein ini larut dalam
air, asam, basa, dan etanol.
B.
Protein
serabut (fibrous protein)
Terdiri dari peptida berantai panjang dan berupa serat-serat yang
tersusun memanjang, dan memberikan peran struktural atau pelindung. Misalnya
fibroin pada sutera dan keratin pada rambut dan bulu domba. Protein ini tidak
larut dalam air, asam, basa, maupun etanol.
3.
Berdasarkan Fungsi Biologi
Tabel
1. Fungsi dari protein secara terperinci adalah sebagai berikut :
|
Fungsi
|
Jenis
|
Contoh
|
|
Katalitik
|
Enzim
|
Katalase
pepsin
|
|
Struktural
|
Protein
struktural
|
Kolagen,
elastin, keratin
|
|
Motil
(mekanik)
|
Protein
kontraktil
|
Aktin,
Myosin
|
|
Penyimpanan
|
Protein
angkutan
|
Kasein
(susu), ovalbumin (telur), feritin (penyimpan besi)
|
|
Pengangkutan
|
Protein
angkutan
|
Albumin
serum (asam lemak) hemoglobin (oksigen)
|
|
Pengatur
|
Protein
hormon
enzim
pengatur
|
Insulin
Fosfofruktokinasa
|
|
Perlindungan
|
Antibodi
Protein
penggumpal
|
Imun
globulin
Trombin,
fibrinogen
|
|
Tanggap
toksik
|
Protein
toksin
|
Toksin
bisa ular, toksin bakteri (bortulisme, difteri)
|
4.
Berdasarkan Daya Larutnya
o
Albumin. Larut air, mengendap
dengan garam konsentrasi tinggi. Misalnya albumin telur dan albumin serum.
o Globulin
Glutelin. Tidak larut dalam larutan netral, larut asam dan basa encer. Glutenin
(gandum), orizenin (padi).
o Gliadin
(prolamin). Larut etanol 70-80%, tidak larut air dan etanol 100%.
Gliadin/gandum, zein/jagung.
o Histon.
Bersifat basa, cenderung berikatan dengan asam nukleat di dalam sel. Globin
bereaksi dengan heme (senyawa asam menjadi hemoglobin). Tidak larut air, garam
encer dan pekat (jenuh 30-50%). Misalnya globulin serum dan globulin telur.
o Protamin.
Larut dalam air dan bersifat basa, dapat berikatan dengan asam nukleat menjadi
nukleoprotamin (sperma ikan). Contohnya salmin.
5.
Protein Majemuk
Adalah
protein yang mengandung senyawa bukan hanya protein. Di antaranya adalah
sebagai berikut :
o Fosfoprotein,
yaitu protein yang mengandung fosfor. Misalnya kasein pada susu, dan vitelin
pada kuning telur.
o Kromoprotein
yaitu protein berpigmen. Misalnya asam askorbat oksidase mengandung Cu.
o Protein
Koenzim. Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+.
o Lipoprotein,
yaitu protein yang mengandung asam lemak, lesitin.
o Metaloprotein,
yaitu protein yang mengandung unsur-unsur anorganik (Fe, Co, Mn, Zn, Cu, Mg
dsb).
o Glikoprotein,
yaitu protein yang mengandung gugus prostetik karbohidrat. Misalnya musin (pada
air liur), oskomukoid (pada tulang).
o Nukleoprotein
yaitu antara protein dan asam nukleat berhubungan (berikatan valensi sekunder).
Misalnya pada jasad renik.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Protein adalah komponen penting
atau utama bagi sel hewan atau manusia. Protein adalah senyawa organik kompleks
berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino
yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Fungsi dari protein
adalah sebagai zat utama pembentuk dan pertumbuhan tubuh, sedangkan asam amino
sebagai komponen protein. Jika jumlah protein terus meningkat maka protein sel
dipecah jadi asam amino, yang terbagi menjadi dua proses; deaminasi atau
transaminasi. Deaminasi; proses pembuangan gugus amino dari asam amino dalam
bentuk urea. Transaminasi; proses perubahan asam amino menjadi asam keto.
Banyaknya atau keadaan asam amino dalam darah tergantung pada keseimbangan
antara pembentukan asam amino dan pengunaannya. Jika asam amino yang dibentuk
banyak maka asam amino yang terdapat dalam darah juga banyak. Penyakit
yang ditimbulkan karena gangguan metabolisme protein adalah penyakit kurang
energi dan protein, diabetes mellitus dan diabetes insipidus.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.g-excess.com/34313/penggolongan-protein-dan-strukturnya/
http://www.psychologymania.com/2012/08/fungsi-protein-bagi-tubuh-manusia.html
http://nawa-shofa.blogspot.com/2012/03/sifat-sifat-protein.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar