Selasa, 10 November 2015

MAKALAH PROTEIN


MAKALAH BIOKIMIA DASAR
TENTANG PROTEIN


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
NAMA
NIM
NUR ANNISA ISTIQAMAH
31412A0028
MARIANA
31412A0026
AWAL SYAHPUTRA
31412A000
ANDI RAHMAT
31412A000


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
MATARAM
2015


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang
Protein adalah makromolekul yang paling banyak ditemukan di dalam sel makhluk hidup dan merupakan 50 persen atau lebih dari berat kering sel. Protein memiliki jumlah yang sangat bervariasi yang mulai dari struktur maupun fungsinya. Peranan protein diantaranya sebagai katalisator, pendukung, cadangan, sistem imun, alat gerak, sistem transpor, dan respon kimiawi. Protein-protein tersebut merupakan hasil ekspresi dari informasi genetik masing-masing suatu organisme tak terkecuali pada bakteri (Campbell et al., 2009; Lehninger et al., 2004). Protein dan gen memiliki hubungan yang sangat dekat dimana kode genetik berupa DNA dienkripsi dalam bentuk kromosom yang selanjutnya kode genetik tersebut ditranslasikan menjadi protein melalui serangkain mekanisme yang melibatkan RNA dan ribosom (Vo-Dinh, 2005).
Asam amino merupakan unit pembangun Protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. Protein tersusun dari atom C, H, O, dan N, serta kadang-kadang P dan S. Dari keseluruhan Asam amino yang terdapat di alam hanya 20 Asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein. Tidak semua Asam amino terdapat di dalam molekul Protein, karena memiliki tugas lain.

1.2.      Tujuan Penyusunan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan makalah ini antara lain sebagai berikut :
1.      Untuk menjelaskan pengertian, sejarah penemuan, struktur molekul, sifat, fungsi, sumber, dan klasifikasi dari Protein
2.      Untuk menjelaskan bagaimana proses metabolisme Protein dan Asam amino di dalam tubuh.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.            Kajian tentang Protein
2.1.1.      Pengertian Protein
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer Asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Kebanyakan Protein merupakan enzim atau subunit enzim.
2.1.2.      Sejarah Penemuan Protein
Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Namun yang memperkenalkan istilah protein adalah Mulder, pada tahun 1830. Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos yang berarti “yang paling utama”.
2.1.3.      Struktur Molekul Protein
Molekul Protein mengandung karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N) dan kadang kala sulfur (S) serta fosfor (P).
2.1.4.      Ciri – Ciri Protein
Protein diperkenalkan sebagai molekul makro pemberi keterangan, karena urutan asam amino dari protein tertentu mencerminkan keterangan genetik yang terkandung dalam urutan basa dari bagian yang bersangkutan dalam DNA yang mengarahkan biosintesis protein.

Tiap jenis protein ditandai ciri-cirinya oleh:
1.               Susunan kimia yang khas
Setiap protein individual merupakan senyawa murni.
2.               Bobot molekular yang khas
Semua molekul dalam suatu contoh tertentu dari protein murni mempunyai bobot molekular yang sama. Karena molekulnya yang besar maka protein mudah sekali mengalami perubahan fisik ataupun aktivitas biologisnya.



3.               Urutan asam amino yang khas
Urutan asam amino dari protein tertentu adalah terinci secara genetik. Akan tetapi, perubahan-perubahan kecil dalam urutan asam amino dari protein tertentu (Page, D.S. 1997)

2.1.5.      Sifat – Sifat Protein
Protein mempunyai sifat-sifat yaitu :
1.      Ionisasi
Yaitu apabila protein larut di dalam air akan membentuk ion positif dan ion negatif.
2.      Denaturasi
Yaitu perubahan konformasi serta posisi protein sehingga aktivitasnya berkurang atau kemampuannya menunjang aktivitas organ tertentu dalam tubuh hilang sehingga tubuh mengalami keracunan.
3.      Viskositas
Yaitu tahanan yang timbul oleh adanya gesekan antara molekul di dalam zat cair yang mengalir.
4.      Kristalisasi
Yaitu proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan garam ammonium sulfat atau NaCl pada larutan dengan pengaturan PH pada titik isoelektriknya.
5.      Sistem koloid
Yaitu sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu partikel kecil yang terdispersi dari medium pendispersi atau pelarutnya.

Sifat- sifat suatu protein ditentukan oleh :
1.      Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
2.      Jumlah tiap macam asam amino itu.
3.      Susunan asam amino dalam tiap molekul protein (Sediaoetama, 1991).

2.1.6.      Fungsi dan Manfaat Protein
Menurut Aminah (2005) yang mengutip dari Marsetyo dan Kartasapoetra fungsi protein di dalam tubuh yaitu :

A.       Protein sebagai Zat Pembangun
Maksud zat pembangun di sini adalah bahwa protein itu merupakan bahan pembentuk berbagai jaringan tubuh baru, dimana proses pembentukan jaringan baru selalu terjadi di dalam tubuh, antara lain:
1.      Pada masa pertumbuhan
Proses ini terjadi mulai dari lahir sampai menjadi dewasa muda. Dalam masa ini proses pembentukan jaringan terjadi secara besar- besaran.
2.      Dalam masa hamil
Di dalam tubuh wanita yang sedang hamil terjadi pembentukan jaringan–jaringan baru dari janin yang sedang dikandungnya. Pembentukan jaringan baru pada waktu hamil terjadi lebih cepat di pertengahan kehamilan.
3.      Penggantian jaringan–jaringan yang rusak dan dirombak
Pada waktu orang sakit keras atau pada berbagai penyakit menahun terlihat orang menjadi kurus disebabkan banyak jaringannya yang rusak.
4.      Waktu latihan–latihan dan olah raga terjadi pula pembentukan jaringan baru, terutama jaringan otot.
B.        Protein sebagai Zat Pengatur
Protein termasuk pula kedalam golongan zat pengatur, karena protein ikut pula mengatur berbagai proses tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai bahan pembentuk zat–zat yang mengatur berbagai proses tubuh.
C.        Protein sebagai Pemberi Tenaga
Para peneliti telah menemukan bahwa komposisi protein mengandung unsur karbon, dengan demikian maka jelas protein dapat berfungsi sebagai sumber energi pula. Dalam keadaan tersedianya karbohidrat tidak mencukupi, maka untuk menyediakan energi sejumlah karbon yang terkandung dalam protein akan dimanfaatkan seperlunya sehingga berlangsung pembakaran dan sejumlah protein lainnya digunakan memenuhi fungsi yang sebenarnya yaitu untuk pembentukan jaringan.



2.1.7.      Jenis – Jenis Protein
1.         Dismutase superoxide, protein yang membersihkan darah kita.
2.         Ovulbumin, protein simpanan yang memelihara badan.
3.         Hemoglobin, protein yang berfungsi sebagai pembawa oksigen.
4.         Toksin, protein racun yang digunakan untuk membunuh kuman.
5.         Insulin, protein hormon yang mengawal aras glukosa dalam darah.
6.         Tripsin, protein yang mencernakan makanan protein.

2.1.8.      Sumber Protein
Pengelompokan Protein dapat dibedakan menurut sumbernya yaitu :
1.      Protein Hewani
Yaitu sumber protein yang berasal dari hewan.
Contohnya : Daging, ikan, ayam, udang, susu dll.
2.      Protein Nabati
Yaitu sumber protein yang berasal dari tumbuhan.
Contohnya : suku polong – polongan, kentang, tempe, tahu, dll.

2.1.9.      Klasifikasi Protein
Penggolongan protein dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1.      Berdasarkan Struktur Molekulnya
Protein yang tersusun dari rantai asam amino akan memiliki berbagai macam struktur khas pada masing-masing protein. Karena protein disusun oleh asam amino yang berbeda secara kimiawinya, maka suatu protein akan terangkai melalui ikatan peptida dan bahkan terkadang dihubungkan oleh ikatan sulfida. Selanjutnya protein bisa mengalami pelipatan-pelipatan membentuk struktur yang bermacam-macam. Adapun struktur protein meliputi struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier, dan struktur kuartener :
2.      Berdasarkan Bentuk dan Sifat Fisik
A.   Protein globular
Terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain (berlipat rapat) membentuk bulat padat. Misalnya enzim, albumin, globulin, protamin. Protein ini larut dalam air, asam, basa, dan etanol.
B.         Protein serabut (fibrous protein)
Terdiri dari peptida berantai panjang dan berupa serat-serat yang tersusun memanjang, dan memberikan peran struktural atau pelindung. Misalnya fibroin pada sutera dan keratin pada rambut dan bulu domba. Protein ini tidak larut dalam air, asam, basa, maupun etanol.

3.      Berdasarkan Fungsi Biologi
            Tabel 1. Fungsi dari protein secara terperinci adalah sebagai berikut :
Fungsi
Jenis
Contoh
Katalitik
Enzim
Katalase pepsin
Struktural
Protein struktural
Kolagen, elastin, keratin
Motil (mekanik)
Protein kontraktil
Aktin, Myosin
Penyimpanan
Protein angkutan
Kasein (susu), ovalbumin (telur), feritin (penyimpan besi)
Pengangkutan
Protein angkutan
Albumin serum (asam lemak) hemoglobin (oksigen)
Pengatur
Protein hormon
enzim pengatur
Insulin
Fosfofruktokinasa
Perlindungan
Antibodi
Protein penggumpal
Imun globulin
Trombin, fibrinogen
Tanggap toksik
Protein toksin
Toksin bisa ular, toksin bakteri (bortulisme, difteri)

4.      Berdasarkan Daya Larutnya
o   Albumin. Larut air, mengendap dengan garam konsentrasi tinggi. Misalnya albumin telur dan albumin serum.
o   Globulin Glutelin. Tidak larut dalam larutan netral, larut asam dan basa encer. Glutenin (gandum), orizenin (padi).
o   Gliadin (prolamin). Larut etanol 70-80%, tidak larut air dan etanol 100%. Gliadin/gandum, zein/jagung.
o   Histon. Bersifat basa, cenderung berikatan dengan asam nukleat di dalam sel. Globin bereaksi dengan heme (senyawa asam menjadi hemoglobin). Tidak larut air, garam encer dan pekat (jenuh 30-50%). Misalnya globulin serum dan globulin telur.
o   Protamin. Larut dalam air dan bersifat basa, dapat berikatan dengan asam nukleat menjadi nukleoprotamin (sperma ikan). Contohnya salmin.

5.      Protein Majemuk
Adalah protein yang mengandung senyawa bukan hanya protein. Di antaranya adalah sebagai berikut :
o   Fosfoprotein, yaitu protein yang mengandung fosfor. Misalnya kasein pada susu, dan vitelin pada kuning telur.
o   Kromoprotein yaitu protein berpigmen. Misalnya asam askorbat oksidase mengandung Cu.
o   Protein Koenzim. Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+.
o   Lipoprotein, yaitu protein yang mengandung asam lemak, lesitin.
o   Metaloprotein, yaitu protein yang mengandung unsur-unsur anorganik (Fe, Co, Mn, Zn, Cu, Mg dsb).
o   Glikoprotein, yaitu protein yang mengandung gugus prostetik karbohidrat. Misalnya musin (pada air liur), oskomukoid (pada tulang).
o   Nukleoprotein yaitu antara protein dan asam nukleat berhubungan (berikatan valensi sekunder). Misalnya pada jasad renik.




BAB III
PENUTUP
3.1.      Kesimpulan
Protein adalah komponen penting atau utama bagi sel hewan atau manusia. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Fungsi dari protein adalah sebagai zat utama pembentuk dan pertumbuhan tubuh, sedangkan asam amino sebagai komponen protein. Jika jumlah protein terus meningkat maka protein sel dipecah jadi asam amino, yang terbagi menjadi dua proses; deaminasi atau transaminasi. Deaminasi; proses pembuangan gugus amino dari asam amino dalam bentuk urea. Transaminasi; proses perubahan asam amino menjadi asam keto. Banyaknya atau keadaan asam amino dalam darah tergantung pada keseimbangan antara pembentukan asam amino dan pengunaannya. Jika asam amino yang dibentuk banyak maka  asam amino yang terdapat dalam darah juga banyak. Penyakit yang ditimbulkan karena gangguan metabolisme protein adalah penyakit kurang energi dan protein, diabetes mellitus dan diabetes insipidus.











DAFTAR PUSTAKA
http://www.g-excess.com/34313/penggolongan-protein-dan-strukturnya/
http://www.psychologymania.com/2012/08/fungsi-protein-bagi-tubuh-manusia.html

http://nawa-shofa.blogspot.com/2012/03/sifat-sifat-protein.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar